PERSIAPAN PERJALANAN ALAM TERBUKA


        Dalam melakukan perjalanan ke alam terbuka kita harus memiliki persiapan dan penyusunan secara matang, dalam kalangan petualang ada rumusan yang sering digunakan yaitu 4W + 1H, yang kepanjangannya adalah
              Where ?(Dimana ?)
Untuk melaksanakan suatu perjalanan di alam terbuka kita harus mengetahui tempat yang akan kita kunjungi atau dimana tempat yang akan kita digunakan, seperti: gunung, pantai ataukah tempat wisata lainnya.
              Who ?(Siapa ?)
Apabila kita ingin melakukan perjalanan ke alam terbuka kita harus mengetahui siapa yang akan turut serta dalam perjalanan tersebut, apakah kita akan melakukan perjalanan tersebut sendiri atau dengan berkelompok, contoh: satu kelompok ( 20 orang) terdiri dari 12 Orang anggota penuh (panitia) serta 5 orang anggota muda (peserta).
              Why ?(Mengapa ?)
Dalam melakukan suatu perjalanan kita harus mengetahui dasar kita melakukan perjalanan tersebut dan ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam, contoh : Untuk melaksanakan pendidikan (DIKLATSAR), rekreasi, ataukah untuk keperluan spiritual, dsb.
              When ?(Kapan ?)
Setelah kita mengetahui alasan kita melakukan perjalanan tersebut sekarang kita harus menentukan waktu pelaksanaannya dan berapa lama kegiatan itu berlangsung, contoh: 19 Juli 2013 sampai dengan 23 Juli 2003
              How ?(Bagaimana ?)
Setelah kita mengetahui dimana, siapa, mengapa dan kapan sekarang kita akan bahas bagaimana yang merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :
1.            Bagaimana kondisi Tempat ?
2.            Bagaimana cuaca disana ?
3.            Bagaimana perizinannya ?
4.            Bagaimana mendapatkan air ?
5.            Bagaimana pengaturan tugas dan settingan acara (apabila kita melakukannya seara berkelompok) ?
6.            dan masih banyak Bagaimana ?
Dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun rencana kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :
              Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi camp, pembagian waktu dan   sebagainya.
              Pengurusan perizinan
              Pembagian tugas panitia
              Persiapan kebutuhan acara
              Kebutuhan peralatan dan perlengkapan
              Dan lain sebagainya.
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kita sudah memiliki gambaran kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.
Ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya perjalanan alam terbuka, yakni:
1.            Faktor pertama sifatnya intern, artinya datang dari si pelaku perjalanan itu sendiri dan jika faktor intern ini tidak dipersiapkan dengan baik, maka pelaku perjalanan terancam oleh bahaya subyek (subjective danger). Persiapan yang kurang akan mendatangkan bahaya bagi pelaku perjalanan itu sendiri.
2.            Faktor kedua sifatnya ekstern, artinya datang dari luar pelaku perjalanan itu sendiri. Bahaya yang mengancam dari luar ini datang dari obyek perjalanan yang akan dihadapi, sehingga secara teknis disebut bahaya oyek (objective danger), contohnya: hujan, badai, kabut, dinginnya udara, hutan lebat dan sebagainya. Meskipun tidak semudah memperhitungkan faktor intern, namun faktor ekstern ini masih bisa dipehitungkan,

Rencana Perjalanan
Dalam penyusunan rencana perjalanan harus diperhatikan beberapa hal penting yang yakni:

·        Perlengkapan pendakian
Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai. Salah satu perisai diri ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah
1. Tutup kepala/topi :
Untuk melindungi diri dari cuaca panas atau dingin perlu penutup kepala. Dalam keadaan panas atau hujan, maka tutup kepala yang baik adalah yang juga dapat melindungi kepala dan wajah sekaligus. Untuk ini pilihan terbaik adalah topi rimba atau topi yang punya pelindung keliling. Topi pet atau topi softball tidak direkomendasikan. Pada cuaca dingin malam hari atau di daerah tinggi, maka penutup kepala yang baik adalah yang dapat memberikan rasa hangat. Pilihannya adalah balaklava atau biasa disebut kupluk.
2. Syal-slayer :
 Slayer atau syal bukan hanya digunakan sebagai identitas organisasi, tetapi sebetulnya mempunyai fungsi lainnya. Syal/slayer dapat digunakan untuk menghangatkan leher ketika cuaca dingin, dapat juga digunakan sebagai saringan air ketika survival. Syal/slayer juga sangat berguna ketika dalam keadaan darurat, baik digunakan untuk perban darurat atau sebagai alat peraga darurat. Oleh karenanya disarankan menggunakan syal/slayer yang berwarna mecolok dan terbuat dari bahan yang kuat serta dapat menyerap air namun cepat kering.
3. Baju :
 Kebutuhan ini multak, tidak bisa beraktivitas tanpa baju bayangkan kalau tanpa ini, maka kulit akan terbakar matahari. Baju yang baik adalah dari bahan yang dapat menyerap keringat, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan nilon karena panas dan tidak dapat meyerap keringat. Baju dengan bahan demikian biasanya adalah planel atau paling tidak kaos dari bahan katun. Pilihan warna untuk aktivitas lapangan seperti halnya juga slayer/syal adalah yang mencolok agar bia terjadi keadaan darurat (misalnya hilang) dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali. Dalam beraktivitas di alam bebas jangan pernah melupakan baju salin/ganti, hal ini karena aktivitas lapangan akan sangat banyak mengeluarkan energi yang membuat badan kita berkeringat. Bawalah baju salain 2 atau 3 buah.
4. Celana :
Celana lapang yang baik adalah yang memenuhi syarat ringan, mudah kering dan dapat menyerap keringat. Pemakaian bahan jeans sangat tidak direkomendasikan karena berat dan susah kering dan membuat lecet. Celana yang baik adalah kain dengan tenunan ripstop bila berlubang kecil tidak merembet atau robek memanjang. Bila aktivitas dilakukan di daerah pantai atau perairan juga baik bila menggunakan bahan dari parasut tipis.  jangan lupa juga untuk menyediakan serep ganti.
5. Jaket :
Salah satu perlengkapan penting dalam alam bebas adalah jaket. Jaket digunakan untuk melindungi diri dari dingin bahkan sengatan matahari atau hujan.
Jaket yang baik adalah model larva, yaitu jaket yang panjang sampai ke pangkal paha. Jaket ini juga biasanya dilengkapi dengan penutup kepala [kupluk]. Akan sangat baik bila jaket yang memiliki dua lapisan (double-layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin.
6. Slepping bag :
stirahat adalah kebutuhan pegiat alam bebas setelah aktivitas yang melelahkan seharian. Tempat istirahat yang ideal adah dengan menggunakan slepping bag [kantong tidur]. Slepping bag yang baik juga biasanya terbuat dari dua sisi, yaitu yang dingin, licin dan tahan air satu sisi, dan yang hangat dan tebal disisi lain. Penggunaannya sesuai dengan cuaca saat istirahat.
7. Sepatu :
Sepatu yang baik yaitu yang melindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, ada lubang ventilasi bersekat halus. Gunakan sepatu yang dapat dikencangkan dan dieratkan pemakaiannya menggunakan ban atau tali. Dilapangan sepatu tidak boleh longgar karena akan menyebabkan pergesekan kaki dengan sepatu yang berakibat lecet. Penggunaan sepatu juga harus dibarengi dengan kaos kaki. Untuk ini juga sebaiknya disediakan kaos kaki serep bial suatu saat basah.
8. Kaos kaki :
 kaos kaki yang berbahan wol akan membatu kaki agar tetap dalam keadaan hangat, meskipun kaki dalam keadaan basah. Usahakan untuk selalu mengunakan dua pasang kaos kaki.
9. Sarung tangan:
berguna pada saat camp untuk menghangatkan tangan kita, sebaiknya terbuat dari bahan kulit yang tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan tangan,
10. Sendal gunung :
sendal gunung umumnya dipakai ketika berada diareal camp, sendal ini dipakai pada saat-saat tertentu sebagai pengganti sepatu misalnya jika ingin mandi dan mengambil air
11. Carrier :
Carrier bag atau ransel sebaiknya gunakan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlampau kecil, artinya mapu menampung perlengkapan dan peralatan yang dibawa. Sebaiknya jangan menggunakan carrier yang mempunyai banyak kantong dibagian luar karena dalam keadaan tertentu ini akan menghambat pergerakan. Gunakan carrier yang ramping walaupun agak tinggi, ini lebih baik daripada yang gemuk tetapi rendah. Sebelum berangkat harus diperhatikan jahitan-jahitannya, karena kerusakan pada jahitan terutama sabuk sandang akan berakibat sangat fatal.
12. Senter :
selain lampu senter anda bisa mengunakan headlamp sebagi penerangan. Misanya: untuk memasak pada waktu malam, headlamp sangat baik digunakan karena digerakkan oleh kepala, jadi kedua tangan kita lebih leluasa untuk mengerjakan pekerjaan lain
13. Alat masak, makan dan mandi :
 Perlengkapan sangat penting lainnya adalah alat masak, makan dan mandi. Bagimanapun juga dalam kondisi lapangan kita sangat perlu untuk menghemat waktu. Gunakan alat dari alumunium karena cepat panas, untuk ini nesting menjadi pilihan yang sangat baik, disamping dia ringkas dan serba guna. Juga perlu dipersiapkan alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) dan pastikan bahan bakar untuk memasak / membuat api seperti lilin, spirtus, parafin, dll. Jangan lupa juga siapkan pheples minum sebagai bekal perjalanan saat ini banyak tersedia model dan jenis phepless. Perlengkapan mandi juga sangat penting karena tidak jarang perjalanan dilakukan berhari-hari dengan tubuh penuh keringat. Bawalah alat mandi seperti sabun yang berkemasan tube agar mudah disimpan dan tidak perlu membuang sampah bungkusan disembarang tempat.
14. Pisau :
gunakanlah golok tebas seperlunya, ,isalnya untuk duri atau pohon tumbang yang menghalangi jalur pendakian. Pertimbangkan untuk tidak menebas tumbuh-tubuhan sembarangan. Diantara pisau yang digunakan antara lain: pisau saku dan serbaguna, pisa pinggang dan golok tebas.
15. Perlengkapan untuk bermalam :
 Siapakan dengan baik perlengkapan untuk bermalam (tentunya bila dalam perjalanan anda akan menginap) seperti tenda, kompor, dll. Periksa baik-baik sebelum berangkat semua perlengkapan untuk menginap. Pastikan perlengkan tersebut layak untuk dipakai. Buatlah tempat teduh yang baik yaitu tempat yang aman dari gangguan hujan, angin, ataupun serangan binatang buas, selain itu lengkapilah perlengkapan untuk bermalam dengan perlengkapan lain yang dianggap turut menunjang kenyamanan selama camp seperti: fly-sheet, webing, jerigen, parang tebas dan tali rapiah,
16. Peralatan navigasi :
membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, kompas, GPS dan alat navigasi yang lain.
17.. Obat-obatan dan Survival Kits :
Perlengkapan pribadi lainnya yang sangat penting adalah obat-obatan, apalagi kalau pegiat mempunyai penyakit khusus tertentu seperti asma. Disamping obat-obatan juga setidaknya mempunyai kelengkapan survival kits diantaranya : jarum jahit, benang, peniti, kaca pembesar,pluit dan tali




·         Tempat Tujuan
Mencari informasi tentang tujuan perjalanan merupakan tahap paling awal sebelum melakukan sebuah perjalanan. Informasi ini bisa kita dapat melalui literatur, media massa (baik itu dari buku,surat kabar, internet, dsb), penduduk setempat dan orang yang pernah melakukan perjalanan ke tempat tersebut. Adapun informasi yang perlu didapatkan adalah:
1.            Keadaan medan, struktur geologi atau kontur medan serta hambatan-hambatan yang mungkin timbul, misalnya: air, gas racun, dan lain-lain.
2.            Jalur- jalur yang ada, dan mempertimbangkan jalur mana yang akan ditempuh.
3.            Keadaan flora dan fauna yang ada di tempat tersebut.

·         Waktu Perjalanan
Mengetahui waktu perjalanan sangatlah penting, karena ini berguna untuk mempersiapkan makanan yang akan kita bawah nantinya dalam melakukan perjalanan tersebut dan yang perlu diperhatikan lagi adalah keadaan musim dan cuaca pada saat itu karena akan mempengaruhi waktu perjalanan nantinya.

·         Peserta Perjalanan
Selain memilih dan mengetahui anggota/peserta dalam perjalanan, yang perlu diperhatikan juga adalah pembagian kerja tim ketika dalam perjalanan nantinya, karena kerjasama yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan perjalanan sebuah perjalanan.

Persiapan Perjalanan
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan perjalanan ke alam terbuka, yakni :

·         Mental dan Fisik
Kondisi mental yang baik mutlak diperlukan dalam sebuah perjalanan karena dengan memiliki mental yang baik maka kita dapat mengambil keputusan dengan baik dan benar serta orang yang bermental baik tidak mudah tegang dan panik sehingga tidak akan mengambil keputusan-keputusan yang nekat (merugikan diri sendiri ataupun kelompok). Kondisi fisik harus sesuai dengan standar perjalanan yang dihadapi. Latihan fisik yang teratur adalah upaya yang paling tepat dalam rangka standarisasi sebuah perjalanan. Dan perlu diperhatikan juga adalah proses aklimatisasi (penyesuaian suhu tubuh terhadap lingkungan), karena seringkali sebuah perjalanan di alam terbuka akan berhadapan dengan suhu lingkungan yang ekstrim.

·         Pengetahuan dan Keterampilan
Setiap anggota tim harus menguasai pengetahuan dasar hidup di alam terbuka, antara lain navigasi, survival, tali temali dan pertolongan pertama. Jika perjalanan yang dipilih adalah pendakian maka harus dikuasai pengetahuan mountaineering.

·         Administrasi
Administrasi/persuratan yang diperlukan dalam perjalanan kegiatan alam terbuka antara lain:
1.            Surat pengantar dari lembaga terkait, misalnya surat tugas dari lembaga kita disertai dengan persetujuan dari pihak kampus.
2.            Surat izin keluarga
3.            Surat izin kegiatan (seperti: Kepolisian, Kesbang, dsb)
4.            Surat izin masuk kawasan (dari pemerintah setempat).
              Peralatan
Persiapan peralatan dan perlengkapan merupakan awal perjalanan itu sendiri. Perlengkapan kegiatan alam terbuka umumnya memang mahal, tetapi ini wajar karena perlengkapan itu adalah pelindung keselamatan. Seperti: tenda, kompor (trangia,kompor kupu-kupu, parafin, dll), carriel, SB, raincoat, dan lain-lain.

·         Makanan
Dua unsur gizi merupakan sumber tenaga paling utama adalah hidrat arang dan zat lemak. Hidrat arang memegang peranan penting, sebab jumlah tenaga yang dihasilkan pada waktu pembakaran tubuh per liter oksigen jauh lebih besar daripada jumlah tenaga yang dihasilkan dari pembakaran zat lemak. Pembakaran lemak menjadi kalori juga berjalan lambat, sehingga ada baiknya memakan makanan yang mengandung banyak lemak pada pagi hari agar menghasilkan kalori ketika dibutuhkan di siang hari. Makanan itu misalnya lemak daging, mentega, keju, kuning telur, kacang dan lain-lain. Karbohidrat dapat diperoleh antara lain dari beras, susu, gula-gula, coklat dan sebagainya. Adapun protein, untuk pendaki gunung sebaiknya tidak disuguhkan dalam kadar yang tinggi. Protein yang berlebihan menyebabkan amonia dan asam amino banyak tertimbun di dalam darah sehingga cepat menimbulkan rasa lelah. Amonia dan asam amino yang berlebihan tadi menyebabkan banyak kencing, sehingga cairan banyak yang hilang. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kehilangan cairan pada sel-sel tubuh) dan lejar panas (heat exhaustion). Proses pembakaran protein oleh tubuh pun-hanya memberikan energi kurang dari 10 persen dari yang kita butuhkan. Protein antara lain dihasilkan oleh daging, ikan, ayam, putih telur dan sebagainya.

·         Packing
Kenyamanan membawa ransel atau carriel juga tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan yakni:
1.            Letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah. ini penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tak seimbang.
2.            Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas dan  kelompokkan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya.
3.            Manfaatkan ruangan dalam ransel atau carriel yang ada seefektif mungkin.
4.            Bawah barang yang memang penting dan dibutuhkan dalam kegiatan tersebut jangan sampai membawah barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyiksa dalm perjalanan seperti, boneka, dsb.



·         Anggaran Biaya
Anggaran biaya harus dirinci secara detail, maka diperlukan salah satu dari tim yang bisa mengatur keluar masuknya uang. Selain debet dan kredit perlu dicantumkan juga dana tidak terduga serta jumlah saldo keuangan.



·         Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan memuat semua hasil perjalanan yang telah dilakukan  mulai dari persiapan sampai kembali dan yang paling penting dari laporan perjalanan adalah evaluasi dari perjalanan tersebut sehingga kita dapat belajar dari kesalahan apabila kita akan melakukan perjalanan di waktu yang lain.


Sekian materi tentang Persiapan Perjalanan Alam Terbuka.

#Salam Petualang


" Jaga Alam Kita Untuk Keberlangsungan Mahluk Hidup "

Comments

Popular posts from this blog

gunung di toraja

Gunung tertinggi di TORAJA

Pencinta alam toraja